Kopiitudashat's Blog

September 22, 2011

Telaga Yang Membeku

Filed under: Uncategorized — kopiitudashat @ 9:57 am

Seorang gadis kecil yang sedang merasa kesal dengan ibunya pergi berjalan-berjalan di sebuah taman yang memiliki banyak tumbuhan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Beberapa diantaranya indah dan bewarna terang, sangat menarik dan membuatnya ingin memetiknya. Beberapa yang lain merupakan tanaman langka dengan duri yang tajam dan bau yang menyengat. Menakutkan. Tapi tetap mempesona.

Dengan masih mengagumi bunga-bunga ini ia terus berlari. Sambil berlari sambil menyentuh semua tanaman yang ada. tiba-tiba ia terantuk pada suatu batu dan terluka. Kakinya mengeluarkan darah. Perih dan sungguh tidak enak dilihat. Gadis ini pun menangis. Ia terus menangis sampai akhirnya ia memutuskan untuk terus berjalan untuk menemukan apapun yang bisa membantunya menumpahkan kekesalannya. Jadilah ia terus berjalan sambil menangis sesenggukan.

Kemudian tibalah ia di sebuah telaga yang jernih. Sebuah kolam yang sangat luas dengan bunga teratai di atasnya. Saat memandang telaga ini, semua rasa kesalnya langsung hilang. Ia merasa sangat nyaman hingga ia mampu menumpahkan semua kekesalannya pada telaga ini. ia merasa sangat dekat dengan telaga ini. ia ingin menyelami kehidupan yang ada di dalamnya. Bermain dengan ikan-ikan kecil yang berlompatan di bawah cahaya matahari. Mengamati nyanyian kodok yang terus berpindah dari satu teratai ke teratai lainnya. Semua yang ia lihat adalah hal-hal yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Gadis ini merasa menemukan teman. Teman yang membuat ia merasa tenang. Teman yang memiliki dunia yang berbeda yang ingin ia selami kehidupannya,

Tiap hari ia kembali ke telaga ini. telaga yang tiap hari selalu menyajikan cerita yang berbeda. Kodok-kodok yang bertambah banyak dan menghiburnya. Dan hey, sekarang ia dapat melihat angsa-angsa yang berbaris di atas telaga ini. setiap hari ia kembali dan setiap hari pula ia tertawa karena apa yang ia lihat di telaga ini.
Hingga akhirnya apa yang ia takutkan menjadi kenyataan. Musim dingin membuat telaga ini membeku. Semua seolah membatu. Semua telah membeku. Tidak ada lagi ikan-ikan yang membuatnya tenang. Tidak terlihat lagi tingkah kodok yang selalu membuatnya tertawa. Semua menjadi beku. Plain dan dingin. Ia tidak bisa melihat apapun di dalamnya. Ia tidak bisa memasuki dunia itu lagi

Telaga itu masih ada disana. Ia masih menjadi teman gadis kecil itu. Tapi telaga itu sudah membeku. Tidak dapat dimasuki, tidak dapat diselami. Ia menyebarkan hawa kebekuan pada sang gadis kecil yang mulai merasa kehilangan temannya. Yang akan terus menunggu es ini mencair. Dan mungkin akan Terus menunggu hingga ia tidak dapat lagi melawan rasa dingin itu dan akhirnya pergi….

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: