Kopiitudashat's Blog

August 18, 2010

Yang Beda dari Paman Sam (Part 1) Episode : Independence Day vs HUT RI

Filed under: other — kopiitudashat @ 10:14 am

Kalau diterjemahkan, sepertinya judul di atas sama-sama merujuk pada hal yang sama, mengingat memang HUT RI juga tentang independence day (baca : hari kemerdekaan) kan?. Yang berbeda adalah independence day yang pertama adalah independent-nya (White Anglo Saxon Protestant: WASP) Amerika Serikat (AS) dari kekangan aturan-aturan Inggris. Jadi, independent di sini benar-benar independent, tidak ada cara yang WAJIB DIIKUTI untuk merayakan ke-independent-an ini.

Karena itu, banggalah wahai putra-putri pertiwi!! (ehem),, kalau di Indonesia, jauh-jauh hari sebelum 17 Agustus, hampir semua jengkal bumi Indonesia –baik urban centre maupun pelosok- sudah disibukkan dengan hiasan serba merah putih. Bendera merah-putih, lampion, hiasan kertas, jalan-jalan di cat, dsb. Lomba-lomba dan siaran TV juga tidak kalah heboh. Belum termasuk upacara bendera yang (WAJIB) diselenggarakan serentak oleh semua elemen (pegawai, pelajar, pemuda) lengkap dengan lagu Indonesia Raya.


Sekarang menengok ke negerinya Obama, jangankan upacara bendera, benderanya aja (the Star Spangle Banner) juga tidak bisa ditemukan dimana-mana. Kalau di tanah air, penjual bendera dadakan kecipratan banyak rezeki, di ‘sono’ malah saya hampir tidak bisa menemukan mas-mas penjual bendera ^,^. Di beberapa institusi publik memang setiap hari terlihat berkibar sang Star Spangled Banner bersama dengan bendera negara bagian masing-masing (di AS, bendera negara bagian juga dikibarkan ‘agak’ di bawah bendera negara federal). Jadi, karena kebetulan saya berada di Arizona, maka bendera yang dapat dilihat adalah ‘50 Bintang’ dengan bendera Arizona di bawahnya. Itupun bendera nya juga terkesan ‘lecek’ dan nggak ada istimewa-istimewanya walaupun sedang perayaan kemerdekaan (miris ~.~). Masih agak mending hiasan yang dibuat pemerintah Singapura di bandaranya selama bulan Agustus untuk memperingati perayaan kemerdekaan ‘negeri satu kota’ ini.

Yang agak menenangkan adalah, 4 Juli juga dirayakan sebagai hari libur bagi masyarakat AS (hworreiii!!!). Tapi lagi-lagi, ‘hari libur’ ini sudah alih fungsi menjadi hari keluarga, vacation, dll. Hampir semua orang akan memilih kembali ke home-town nya untuk bersantai bersama keluarga dengan pesta barbeque, jalan-jalan ke taman, camping, dll. Yang merasa ‘free’, bisa pergi ke pub terdekat atau hijrah ke Las Vegas untuk ‘merayakan hari kemerdekaan’. Selebihnya, jalan-jalan sangat sepi dan lengang. Sepi dari manusianya, juga sepi dari hiasannya. Pokoknya, nggak akan ada yang menyangka kalau hari itu adalah peringatan hari kemerdekaan.

Yang agak seru adalah malam harinya. (satu-satunya) tradisi di sana setiap 4 Juli adalah pesta kembang api besar-besaran yang biasanya dipusatkan di beberapa titik. Kebetulan pemerintah Tucson (kota tempat saya tinggal di Arizona), memfasilitasi perayaan kembang api di Mount “A – Letter”. Disebut ‘Mount A’ karena di puncak gunung tersebut ada monument huruf A raksasa sebagai penghormatan atas University of Arizona. Para pengunjung tidak perlu repot mendaki ke gunung tersebut. Mereka bisa menonton di tempat yang disediakan di Tucson Convention Hall. Pesta kembang api berlangsung selama 30 menit dimulai dari jam 9 malam. Hebatnya, -saking individualnya- sama sekali tidak ada pengantar sebelum kembang api pertama mulai dilepaskan. Tidak ada host yang mengarahkan atau menyapa pengunjung, tidak ada pemutaran lagu kebangsaan (O Star Spangled Banner), apalagi pengibaran sang bendera. Pengunjung tinggal datang, duduk, melihat kembang api, lalu bubar sendiri-sendiri.

Yang patut diacungi jempol adalah kembang api yang ditampilkan memang benar-benar spektakuler. Jauh lebih dashat dari yang biasa ditampilkan Pemrov Jakarta atau Surabaya waktu malam tahun baru ^,^. Mungkin pemerintahnya mau ‘jor-joran’ karena pembelian kembang api secara individu oleh penduduk kota sangat dilarang, mengingat Tucson adalah kota di tengah gurun yang luar biasa kering dengan suhu rata2 42 derajat Celcius waktu Summer, yang tentu saja sangat rawan atas bahaya kebakaran. Hal lain yang patut diteladani adalah semangat kebersihan yang tetap dibawa walaupun sedang dalam keadaan pesta. Tidak ada sampah bekas makanan atau sampah lain yang tergeletak di pinggir jalan. Super bersih, tertib dan saling menghargai antar pengunjung. Tidak ada yang namanya berusaha menutupi pengunjung lain, atau teriak-teriak yang nggak jelas. Salut deh!

Jadi, kalau menengok ‘kontrasnya’ perayaan kemerdekaan di tanah air dengan negeri ‘sono2’ yang katanya dreamland, banggalah jadi Warga Negara Indonesia!! I luv Indonesia!! ^,^

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: