Kopiitudashat's Blog

October 8, 2009

Riset Sebagai Esensi Berpikir Manusia

Filed under: Uncategorized — kopiitudashat @ 6:27 am

Kegiatan berpikir adalah salah satu hal yang paling mendasar dalam kodrat manusia sehingga kemudian Rene Descartes dalam tesisnya menyebut kegiatan berpikir sebagai bukti eksistensi manusia (cogito ergo sum ; aku berpikir, maka aku ada) . Pentingnya esensi berpikir kemudian ditegaskan oleh Aristoteles dengan menyebut manusia sebagai ‘animal rationale’ (hewan berpikir) . Kegiatan berpikir ini kemudian diwujudkan dalam usaha-usaha untuk mencari kebenaran ilmiah, atau yang kemudian disebut sebagai penelitian (riset). Para ahli belum memiliki kesepakatan tentang definisi mutlak dari riset. Bagong Suyanto dan Sutinah dalam bukunya menyebutkan bahwa riset pada hakikatnya adalah kegiatan spionase untuk mencari, memata-matai, dan menemukan pengetahuan dari ‘lapangan’ yang dapat dipertanggungjawabkan menurut kaidah-kaidah ilmiah tertentu , sementara Leedy mendefinisikan riset sebagai ‘a procedure by which we attempt to find systematically, and with the support of demonstrable fact, the answer to a question or the resolution of a problem’ . Bagaimanapun, riset tidak akan terlepas dari metode ilmiah, kebenaran dan masalah riset. Oleh karena itu, secara sederhana riset dapat dipahami sebagai sebuah proses untuk menemukan kebenaran dengan menggunakan metode ilmiah melalui tahap pengujian sistematis terhadap masalah riset.
Dalam upaya mencari kebenaran, riset sangat diperlukan agar gejala yang diteliti dan data yang diperoleh benar-benar akurat, dapat dipertanggungjawabkan dan valid. Selain itu, riset juga ditujukan untuk meninjau kembali dan mensintesiskan pengetahuan yang ada, menyelidiki beberapa masalah (situasi) yang ada, menyediakan solusi bagi suatu masalah, menggali dan menganalisis beberapa isu umum, serta menciptakan suatu sistem atau pengetahuan baru .
Agar ilmu dapat dikembangkan secara sistematis, maka diperlukan suatu metodologi. Metodologi merupakan bagian epistemologi yang mengkaji urutan langkah-langkah yang ditempuh agar pengetahuan yang diperoleh memenuhi ciri-ciri ilmiah . Urutan langkah riset ini menandai suatu keseluruhan proses berpikir mulai dari pembentukan masalah, penjabaran dalam kerangka teoretis, pengumpulan data, pengujian empiris, penjelasan dan penarikan kesimpulan. Cara kerja ini diperlukan karena dalam pencarian kebenaran, fakta-fakta sosial harus diamati dan diukur dalam suatu kerangka acuan yang spesifik dan tepat, serta diamati pada suatu fakta yang dapat dikaitkan dengan fakta-fakta lain yang relevan . Selain itu secara akademis, metodologi yang tepat akan menjadikan hasil riset lebih kompeten dan analitis. Jadi, jika kebenaran merupakan hasil dari riset ilmiah, maka metodologi adalah instrumen untuk memperoleh kebenaran itu sendiri.
Riset dapat dibedakan menurut jenis-jenisnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh, riset dapat dibedakan menjadi basic, applied, development, dan action research . Untuk pengembangan suatu teori digunakan basic research, jadi lebih karena alasan akademis. Oleh karena itu, riset ini menggunakan variabel kualitatif dengan logika induksi dan paradigma konstruktivisme untuk membangun teori. Sementara applied research lebih bersifat praktis karena digunakan untuk menguji sejauh mana teori dapat memecahkan suatu masalah. Untuk itu, digunakan variabel kuantitatif dengan logika deduksi untuk menerapkan teori, disini paradigma yang digunakan adalah paradigma positivisme. Selanjutnya, development research berguna untuk mengembangkan model (formasi) praktis dan action research dilaksanakan untuk mengevaluasi keberhasilan suatu program.
Jika dibedakan menurut bidang yang diteliti, maka riset dibedakan menjadi riset sosial dan eksakta. Jika pembagian dilakukan menurut tempat riset, maka riset itu dibedakan menjadi 3 kategori yaitu field research (langsung di lapangan), library research (menggunakan kepustakaan dari riset sebelumnya) dan laboratory research (berupa percobaan di laboratorium). Berdasarkan teknik yang digunakan, variabel yang diteliti dapat dikenai perlakuan khusus (lebih dikenal dengan riset percobaan) dan tanpa perlakuan khusus (lazim disebut survei).
Lebih lanjut, tujuan riset yang berbeda akan menghasilkan riset deskriptif, eksploratif dan eksplanatif. Jika hanya bermaksud memberikan gambaran mengenai suatu gejala sosial, maka riset dilakukan secara deskriptif. Gambaran ini dapat dilengkapi dengan informasi yang dikumpulkan melalui riset eksploratif. Gambaran dan informasi yang telah dikumpulkan dapat diperjelas melalui riset terhadap hubungan antar gejala sosial yang dapat diketahui melalui riset eksplanatif. Berdasarkan waktu pelaksanaannya, riset dapat dilakukan secara cross sectional yang pengumpulan datanya dilaksanakan dalam satu waktu dan longitudinal yang dilakukan dalam waktu yang berbeda. Penelitian longitudinal dapat dilakukan dengan empat cara yaitu time series research dengan menggunakan permasalahan yang sama namun sampel dan waktu yang berbeda, studi panel dengan sampel yang sama namun waktu yang berbeda, maupun analisis Cohort dan studi kasus.
Apapun jenis riset yang dilakukan -menurut Sofian Effendi- riset selalu mempunyai enam elemen dasar, yaitu konsep, variabel, definisi operasional, proposisi, teori, hipotesis, dan populasi . Konsep adalah ide atau gagasan hasil abstraksi dari realitas empiris. Konsep yang memiliki dua atau lebih variasi nilai disebut sebagai variabel. Agar konsep dapat memberikan ketegasan terhadap eksistensi realitas tertentu, maka konsekuensi metode operasi riset tersebut harus dijelaskan secara eksplisit sehingga dapat dioperasionalkan dalam pengukuran riset. Penegasan konsep ini – menurut Bernard S. Philips – disebut sebagai definisi operasional. Satu atau lebih konsep akan membentuk sebuah pernyataan yang disebut proposisi. Serangkaian konsep, proposisi atau definisi kemudian membentuk teori yang menjelaskan gejala atau antar gejala tentang suatu fenomena. Teori juga dapat digunakan sebagai landasan dasar hipotesis yang merupakan jawaban sementara atas masalah yang sedang diteliti. Keseluruhan masalah yang diteliti atau keseluruhan unit analisis yang ciri-cirinya akan diduga disebut sebagai populasi. Populasi inilah yang menandai isi, satuan, cakupan dan waktu dari riset.
Karena tujuan utama pelaksanaan riset adalah menjawab masalah riset, maka pemilihan topik riset memerlukan pembatasan fokus ruang lingkup dan penentuan paradigma. Penentuan fokus dan paradigma ini sangat penting karena topik yang akan dipilih harus memiliki nilai tersendiri (dilihat dari kemuktahiran isu, spesifikasi masalah, kelangkaan topik studi, dan manfaat pragmatis), memiliki keaslian dan dapat diuji secara empiris melalui aktivitas riset di lapangan . Neuman kemudian menyebutkan bahwa pemilihan topik riset dapat didasarkan dari pengalaman pribadi, keingintahuan yang didasarkan pada sesuatu di media, pengetahuan di lapangan, penyelesaian suatu masalah, hadiah sosial, nilai pribadi dan kehidupan sehari-hari .

Referensi :
Hussey & Hussey dalam Ulber Silalahi, Metode Penelitian Sosial, Unpar Press, Bandung, 2006
Infoskripsi , diakses pada 31 Agustus 2009
Masoed, Mohtar, Ilmu Hubungan Internasional:Disipin dan Metodologi, LP3ES,Jakarta,1990
Naya Sujana, Nyoman, ‘Berpikir Ilmiah’ dalam Bagong Suyanto & Sutinah (eds), Metode Penelitian Sosial ; Berbagai Alternatif Pendekatan, Prenada Media Group, Jakarta, 2004, p.1
Suyanto, Bagong & Sutinah (eds), Metode Penelitian Sosial ; Berbagai Alternatif Pendekatan, Prenada Media Group, Jakarta, 2004
Walliman, Nicholas, Social Research Methods, Sage Publications, London, 2006

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: