Kopiitudashat's Blog

June 12, 2009

Sosialisme dalam Sebagai Jawaban Atas Dinamika Amerika Latin

Filed under: IR stuff — kopiitudashat @ 10:17 am

Sosialisme dalam Sebagai Jawaban Atas Dinamika Amerika Latin
Amerika Selatan merupakan region yang terdiri dari 12 negara, 10 diantaranya adalah negara Latin meliputi Argentina, Bolivia, Brazil, Chili, Kolombia, Ekuador, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela . Oleh karena itu, Amerika Selatan juga lebih sering disebut sebagai Amerika Latin. Regionalisme di Amerika Latin tidak sama dengan kebanyakan regionalisme di benua lainnya karena regionalisme Amerika Latin hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan negara yang ada di Amerika Latin. Organisasi regionalnya menempatkan peran pemerintah sebagai pelaku aktivitas ekonomi yang dominan, dengan Mercosur sebagai ujung tombaknya.

Pembahasan berikutnya akan dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu sejarah terbentuknya Mercosur , pengaruh internal negara-negara anggota dan pengaruh eksternal.
A. Sejarah terbentuknya Mercosur
Lemahnya norma World Trade Organization (WTO) dalam membentuk perilaku anggotanya, memberika celah yang semakin lebar bagi terbentuknya organisasi regional di seluruh dunia sebagai counter terhadap perdagangan mulitilateral. Selain sebagai reaksi terhadap perdagangan multilateral, kemunculan Mercosur juga dilatarbelakangi oleh krisis pada awal 1980an. Krisis pada 1974-1982 telah menegaskan bahwa strategi substitusi impor untuk mengatasi keterbelakangan pembangunan di Amerika Latin dan Karibia telah gagal . Brazil dan Argentina sebagai negara yang industrinya paling maju di region itu akhirnya memutuskan untuk menggunakan strategi baru sebagai solusi dari krisis yang terjadi, yaitu membentuk perjanjian perdagangan bilateral yang menghapus hambatan tarif antara kedua negara pada 1986. Empat tahun setelahnya, perjanjian itu berkembang menjadi the Asuncion Treaty of 1991 dimana Brazil, Argentina, Paraguay and Uruguay memutuskan untuk membentuk organisasi regional yang dinamakan Mercosur (Mercado Común del Sur) guna mewujudkan terbentuknya custom union dengan mencontoh model Eropa. Selanjutnya, Venezuela resmi menjadi anggota yang kelima pada 4 Juli 2006 setelah sebelumnya berstatus sebagai associated member bersama dengan Chili, Bolivia dan Peru .
Trajektori perjanjian yang menjadi kerangka perdagangan dalam Mercado Común del Sur atau Common Market of the South atau the Southern Cone Common Market dapat diklasifikasikan ke dalam dua timeline yaitu the Trade Liberalization Program (TLP) dan the Regime of Adaptation to Mercosur (RAM) . TLP merujuk pada perjanjian 1991 dan menjadi dasar bagi terbentuknya Free Trade Area sedangkan RAM muncul dari the Ouro Preto Summit of December 1994. Fungsinya untuk menyempurnakan FTA menjadi custom union dan menghasilkan Common External Tariff (CET). Tapi hingga 10 tahun tercapainya kesepakatan, CET tidak juga terbentuk karena berbagai faktor seperti perbedaan karakter nasional dan tidak adanya mekanisme untuk pengaturan serta perlakuan yang berbeda kepada negara tertentu di kawasan.
B. Pengaruh Internal Negara-Negara Anggota
Dalam melihat dinamika Mercosur, maka cara terbaik adalah dengan menganalisis kekuatan dan kelemahan dari Mercosur itu sendiri. Sebagai organisasi regional, Mercosur tidak hanya berusaha meningkatkan perdagangan tetapi juga meningkatkan integrasi nilai dan budaya Amerika Latin,termasuk perhatian tentang masalah lingkungan yang diwujudkan dalam the Framework Agreement on the Environment 2004. Jika dilihat dari GDP masing-masing negara anggota, Mercosur dapat dikatakan berhasil mengingat pendapatannya merupakan pendapatan terbesar ke-4 dari organisasi regional seluruh dunia. Hal ini tidak terlepas dari ekspor Mercosur yang sangat tinggi, khususnya di bidang agrikultur dan otomotif. Kekuatan Mercosur semakin meningkat dengan bergabungnya Venezuela ke dalam organisasi. Selain itu, sifat norma institusi yang fleksibel juga menjadi power tersendiri dalam meningkatkan kemampuan kompetitif di perdagangan global. Secara sosial, negara-negara Amerika Latin juga dinilai telah berhasil dalam pelaksanaan demokrasi di negara-negara anggotanya.
Keberhasilan ini sangat kontras dengan kenyataan yang ada di internal negara anggota dimana masalah struktural, konsolidasi fiskal, pengurangan kemiskinan dan ketidakmerataan pendapatan masih menjadi masalah utama yang sulit diselesaikan. Masalah juga timbul dari kurangnya kepercayaan dan optimisme akan terbentuknya integrasi yang kuat dalam bidang politik, akademik, bisnis dan diplomasi, hal ini disebabkan oleh ketiadaan sanksi positif maupun negatif yang mengikat anggotanya sehingga free trade area yang diimpikan belum juga terwujud hingga kini.
Permasalahan lain muncul dari internal yang bersumber dari rendahnya tingkat kompetitif produk manufaktur Brazil dan Argentina di pasaran global sehingga kedua negara tersebut pada akhirnya bersaing dalam pasaran regional dan menciptakan konflik regional yang tidak mudah untuk diselesaikan. Brazil yang merupakan negara terkuat di Amerika Latin pun mempunyai masalah di bidang keseimbangan neraca pembayaran. Rendahnya nilai mata uang dan minimnya tenaga kerja terlatih membuat perusahaan lebih memilih internasionalisasi dan mengalihkan produksinya ke luar negeri. Internasionalisasi memang meningkatkan Foreign Direct Investment namun membawa permasalahan baru yaitu sempitnya lapangan pekerjaan.

C. Pengaruh Eksternal
Integrasi perdagangan yang dicanangkan Mercosur lebih bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kompetitif di perdagangan global daripada meningkatkan perdagangan antar negara anggota sendiri. Oleh karena itu, fokus utama negara-negara Mercosur adalah pada ekspor ke region lain ataupun negara lain di luar region. Perdagangan intra regional hanya 15 % dan relatif lebih rendah dari organisasi regional lainnya . Dalam penyelenggaraan perdagangan, kebijakan Mercosur tidak terlepas dari organisasi regional lain seperti the Andean Community, NAFTA, Uni Eropa dan ASEAN sebagai kawasan tujuan ekspornya.
Selain membina hubungan baik dengan kawasan, Mercosur juga berusaha membina hubungan baik dengan China sebagai salah satu pelaku industri terbesar dunia. Kemunculan China sebagai pemain besar dunia membawa keuntungan bagi Mercosur yang berbasis pada sektor agrikultur, mineral dan petroleum mengingat jumlah penduduk China yang sangat besar menawarkan potensi pasar yang luar biasa. Selain hubungan kerjasama, simbiosis antara Mercosur dengan China juga bersifat kompetitif karena China merupakan saingan berat Amerika Latin di bidang manufaktur. Hubungan kompetitif ini dapat diharmonisasikan karena baik China maupun Mercosur sama-sama bertekad untuk menyaingi AS.

Dari paparan di atas, muncul sebuah dirkusus tentang sistem ekonomi-politik seperti apa yang harus diterapkan di Amerika Latin. Argumen yang saya ajukan adalah bahwa sosialisme merupakan sistem terbaik yang bisa diterapkan di Amerika Latin, hal ini didukung oleh beberapa penjelasan sebagai berikut.
Pertama, krisis yang terjadi pada awal 1980an maupun keterbelakangan pembangunan yang dialami oleh sebagian besar negara Mercosur telah menggambarkan kegagalan demokrasi dalam mewujudkan kesejahteraan Amerika Latin. Hal ini dapat terjadi karena demokrasi yang dikembangkan condong ke arah demokrasi liberal dimana kepemilikan pribadi dan akumulasi modal oleh sejumlah kecil golongan ternyata semakin memperparah ketidakmerataan distribusi pendapatan yang ada. Privatisasi pada sebagian besar perusahaan di Venezuela, Brazil, Chili, dan Argentina berujung pada peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian memunculkan berbagai persoalan sosial baru . Oleh karena itu, yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah adalah nasionalisasi perusahaan yang menyangkut hajat hidup orang banyak melalui mekanisme sosialisasi yang terkoordinasi.
Kedua, free trade area yang hingga kini belum terintegrasi secara penuh adalah akibat dari kecenderungan Mercosur untuk menjadikan Uni Eropa yang liberal sebagai modelnya. Hubungan baiknya dengan sosialis China saat ini seharusnya menuntun Amerika Latin untuk mencontoh penerapan sosialisme China hingga dapat menjadi sebesar industri China, apalagi ditunjang kenyataan akan miripnya situasi topografis kedua negara.
Ketiga, bantuan neoliberal yang diberikan oleh Presiden John F. Kennedy dalam program Alliance for Progress pada 1970an pada awalnya memang dapat membawa reformasi ekonomi dan sosial di Amerika Latin, namun dampak negatifnya dapat dilihat pada 10 tahun sesudahnya dimana hampir semua negara Amerika Latin terjebak dalam ketergantungan terhadap utang luar negeri dan ketidakmampuan untuk menyelesaikan pembayaran sehingga jalan yang tersisa adalah menguras semua sumber daya alam yang ada. Yang harus dilakukan adalah kontrol self reliance yang kuat yang hanya dapat diwujudkan dalam sistem sosialisme, walaupun tidak kemudian mengisolasi diri dari pergaulan internasional.
Referensi:
Anonim,2007, Mercosur regional strategy paper.pdf,European Comission
“Mercosur.” Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Nogueira, Uziel.,2007, China-Latin America Relations In The XXI Century: Partners Or Rivals?.pdf,CRIS
Robinson, David J. “South America.” Microsoft® Student 2008 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2007.
Vaillant, Marcel.,2005, Mercosur: Southern Integration under Construction.pdf

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: