Kopiitudashat's Blog

June 12, 2009

Analisis Integrasi Ekonomi Regionalisme Baru, Globalisasi atau Regionalisasi?

Filed under: IR stuff — kopiitudashat @ 9:53 am

Analisis Integrasi Ekonomi Regionalisme Baru, Globalisasi atau Regionalisasi?
A. Integrasi Regional Baru
Regionalisme dan integrasi ekonomi merupakan dua hal yang tak terpisahkan karena kemunculan regionalisme akan mendorong terjadinya integrasi ekonomi, dan sebaliknya kemunculan regionalisme juga diawali dengan terbentuknya integrasi ekonomi antar negara dalam region. Menurut Walter, regionalisme ekonomi adalah rancangan dan implementasi serangkaian kebijakan khusus antar kelompok negara dalam region yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran barang maupun faktor produksi antar negara anggota . Integrasi ekonomi yang terbentuk meliputi integrasi perdagangan dan integrasi moneter. Integrasi perdagangan dapat berbentuk Free Trade Area (FTA), Custom Union (CU) dan Common Market (CM). FTA adalah bentuk integrasi yang paling sederhana dimana para anggotanya menyepakati perdagangan bebas untuk internal region, yang diperdalam oleh CU dengan tarif eksternal bersama, dan yang lebih terintegrasi lagi adalah CM yang juga menyetujui perpindahan faktor-faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, pengusaha) secara bebas.
Selain integrasi perdagangan, integrasi juga terbentuk di bidang moneter dengan tujuan untuk mendapatkan mata uang yang stabil dan institusi moneter yang dapat dipercaya guna mencari solusi dari kerapuhan pasar modal global serta revitalisasi perdagangan yang mengalami stagnasi.
Yang baru dari integrasi baru adalah integrasi yang lebih dalam karena adanya persetujuan untuk menghilangkan hambatan tarif dan regulasi. Regionalisme-baru (new regionalism) muncul pada pertengahan 1980 diawali oleh FTA antara AS dan Kanada. Regionalisme itu kemudian menyebar di berbagai penjuru bumi seperti NAFTA di Amerika Utara, Amerika Latin dengan Mercosur nya, European Community di Eropa, ASEAN dan APEC di Asia.
Kemunculan regionalisme baru disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, berakhirnya Perang Dingin membuka batas-batas ekonomi dan memunculkan pola kerjasama baru sekaligus menimbulkan kesadaran akan konflik yang dapat muncul dari bentuk kapitalisme yang berbeda antara AS, Asia Timur dan Eropa Barat. Selain itu, AS memanfaatkan keruntuhan Soviet untuk menyebarkan isu lingkungan yang harus ditangani bersama secara regional, menggeser isu keamanan dari yang awalnya soal pengembangan nuklir dan senjata massal. Kedua, kemunduran power AS yang memunculkan kekuatan-kekuatan baru di Asia Timur seperti Jepang dan Korea dan memunculkan kebijakan outward orientation mencontoh keberhasilan Jepang. Selain itu, kemunduran power AS juga menyebabkan negara-negara yang dulu di back up AS ingin menyelamatkan kepentingannya dengan cara mengadakan kerjasama dengan negara-negara lain selain AS yaitu di sekitar regionnya. Ketiga, bagi negara berkembang regionalisme dapat meningkatkan bargaining position mereka untuk melakukan kerjasama dengan negara di luar region.
B. Analisis Integrasi Regional
Dalam menganalisis integrasi regional ada 2 macam analisis yang dapat digunakan, yaitu analisis statis dan analisis dinamis. Analisis statis ala Viner melihat integrasi yang muncul dari sudut pandang penawaran. Ketika penghapusan tarif dalam region mengakibatkan pergeseran permintaan dari produksi domestik yang kurang efisien menuju partner produksi (efisiensi produksi), maka perdagangan akan terwujud (trade creation). Jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka perdagangan tidak akan terwujud (trade diversion). Singkatnya, perdagangan –impor dan ekspor – yang muncul adalah hasil dari penurunan harga yang disebabkan oleh pengurangan bea impor atau peningkatan kuota. Karena hanya mempertimbangkan variabel penawaran dan harga tanpa melihat pengaruh permintaan terhadap perdagangan itu sendiri, maka model ini hanya dapat menganalisis efek jangka pendek dan tidak dapat menangkap efek dinamis dari restrukturisasi industri.
Kekurangan model Viner yang statis disempurnakan oleh analisis dinamis, atau yang sering disebut sebagai teori integrasi ekonomi kontemporer, dengan menitikberatkan pada efek dinamis dari integrasi ekonomi, yaitu interaksi antara perdagangan dan investasi serta peranan pengaturan institusional sebagai insentif untuk integrasi regional dengan analisis terhadap economies of scale, kompetisi dan investasi. Dalam economis of scale, penurunan harga tidak hanya disebabkan oleh pengurangan tarif, tetapi bisa ditempuh dari rasionalisasi produksi seperti meningkatkan jumlah produksi, teknologi dan manajemen. Dengan peningkatan jumlah produksi maka akan terjadi pertumbuhan dinamis dimana laba yang diperoleh akan diinvestasikan kembali untuk pertumbuhan internal. Walaupun menghilangkan hambatan tarif tetapi negara tetap memberikan proteksi kepada produksi dalam negeri dengan cara regulasi tentang standar komoditas impor.
Analisis lain tentang perdagangan regional adalah analisis ekonomi-politik. Alasan ekonomi politik adalah pertimbangan yang membuat negara memilih organisasi regional. Pertama, interaksi karena kesamaan sejarah dan budaya dalam region membuat persetujuan menjadi lebih mudah dicapai. Kedua, regionalisme dirasakan lebih bisa menangkal masalah distribusi pendapatan antar negara. Ketiga, biaya transportasi dan komunikasi lebih kecil bila kerjasama dilakukan dalam skala regional daripada skala global. Selain itu, kerjasama regional juga dapat menghindari kepentingan negara lain di luar region yang lebih besar dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Namun dibalik efek positif yang diberikan, regionalisme juga memberikan dampak negatif yaitu adanya disparitas regional karena kesenjangan antara negara yang kaya dan miskin dalam region. Teori ekonomi-geografi menjelaskan aglomerasi ekonomi dimana pemusatan kegiatan ekonomi ,yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, hanya akan terjadi di daerah yang dekat dengan sumber daya dan industri. Dari sinilah timbul negara core dan periphery dalam region itu yang dapat dikatakan sebagai kesenjangan pada level regional.
C. Apakah globalisasi atau regionalisasi sekarang ini?
Analisis di atas penting untuk menjawab pertanyaan tentang apakah fenomena yang terjadi saat ini, regionalisasi atau globalisasi. Metafora globalisasi digunakan untuk menjelaskan keadaan dimana para pelaku ekonomi tidak menganggap batas negara sebagai hambatan yang berarti dalam menanggapi permintaan pasar yang semakin homogen, dimana hegemoni dalam pasar tidak akan dapat menjawab permintaan pasar. Sementara dalam metafora regionalisasi, perimbangan kekuasaan telah bergeser ke arah hegemoni dalam region. Jika umumnya regionalisasi dianggap sebagai interdependensi antar negara dalam region, maka peningkatan perpindahan modal memunculkan interdependensi antar region daripada dalam region itu sendiri. Walter menyampaikan tesisnya bahwa interdependensi antar regional saat ini adalah globalisasi yang sesungguhnya, sehingga integrasi saat ini adalah globalisasi dan bukan regionalisasi.
Tesis ini diperkuat oleh beberapa indikator seperti perdagangan, investasi dan keuangan. Dalam neraca perdagangan, walaupun ada kecenderungan negara untuk melakukan kerjasama dengan negara yang lebih dekat, ternyata GDP terbesar justru diperoleh dari kerjasama antar region. Hal ini terjadi bukan karena ketiadaan organisasi regional tetapi karena ketergantungan negara berkembang pada pasar global. Dari sudut pandang investasi, Foreign Direct Investment (FDI) merupakan katalis untuk interdependensi ekonomi antar regional karena mempengaruhi distribusi pendapatan antar negara. Dalam bidang keuangan, dominansi dolar AS dan Pasar Amerika membuat regionalisasi keuangan menjadi sangat terbatas. Aglomerasi ekonomi menyebabkan arus FDI khususnya asuransi dan perbankan menjadi ter-interdependensi antar regional dengan untuk mencapai pusat ekonomi di area yang berbeda.
Dalam menanggapi analisis di atas, saya tidak sependapat dengan Walter dalam beberapa hal. Pertama, saya tidak setuju dengan pendapat Walter bahwa regionalisasi dan globalisasi adalah saling mendukung, menurut saya justru regionalisasi mengancam eksistensi globalisasi karena dalam globalisasi batas-batas antar negara maupun region semakin kabur dan regionalisasi justru memperjelas batas-batas itu.
Selanjutnya, saya juga tidak menyetujui pemikiran Walter dalam menjawab pertanyaan apakah regionalisasi atau globalisasi yang terjadi sekarang. Menurut saya, aglomerasi ekonomi tidak akan membuat pelaku ekonomi berpikir ke arah kerjasama global karena pada dasarnya pemusatan kegiatan ekonomi yang mengarah ke disparitas pasti akan terjadi dalam lingkup apa saja, apakah itu negara, regional maupun global. Selain itu walaupun kerjasama saat ini nampaknya merupakan interdependensi antar regional namun aktor utama tetap region dan yang berlaku adalah batas-batas region sehingga yang terjadi adalah kerjasama antar region dalam sistem global, bukan kerjasama global tanpa batas karena menurut saya kerjasama global adalah kerjasama dengan aktor nya adalah negara secara individu. Walaupun saat ini pun kerjasama antar negara sebagai individu telah mendapat porsi yang cukup besar, namun tidak ‘seberani’ kerjasama atas nama regional.
Alasan lain adalah kesadaran akan dilema keamanan yang lebih terasa di skala regional mengakibatkan negara-negara yang berdekatan untuk berusaha meningkatkan kepercayaan dan keamanan regional dengan cara kerjasama di bidang ekonomi. Keamanan yang dimaksud juga termasuk keamanan di dalam dan di luar region, karena persepsi musuh bersama dapat meningkatka integrasi di dalam region itu sendiri.
Singkatnya, saya berpendapat bahwa fenomena yang terjadi saat ini adalah lebih ke arah regionalisasi walaupun kecenderungan untuk terjadinya globalisasi bukan tidak ada sama sekali.

Referensi:
Gavin, Brigid and Philippe de Lombaerde,”Economic Theories of Regional Integration”,(eds) in Farrel, Mary , Bjorn Hettne and Luk Van Langenhove,Global Politics of Regionalism: Theory and Practice,Pluto Press,London,2005
Wyatt, Andrew and Walter,”Regionalism,Globalization,and World Economic Order”,(eds) in Fawcett, Louise and Andrew Hurrel,Regionalism in World Politics,Oxford University Press,1995

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: