Kopiitudashat's Blog

November 28, 2008

Peranan Data Pendukung Analisis dalam Proses Negosiasi

Filed under: IR stuff — kopiitudashat @ 1:24 pm

Apakah kemampuan dalam bernegosiasi merupakan bakat dari lahir ataupun muncul karena asahan melalui proses pendidikan dan latihan telah menjadi perdebatan yang cukup melibatkan banyak ahli untuk membuktikan argumen-argumennya. Apapun yang menjadi argumen para ahli dalam menjawab permasalahan di atas, tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan seorang negosiator sangat dipengaruhi oleh-oleh ilmu-ilmu murni maupun praktis seperti manajemen, psikologi, ekonomi, statistika dan komputer. Seni bagaimana mempengaruhi orang lain dalam proses negosiasi tidaklah menjadi hal yang sulit bagi seorang yang telah mempunyai bakat khusus untuk itu, namun untuk orang yang tidak terlahir dengan kemampuan bernegosiasi, mereka dapat memanfaatkan data-data yang dapat mendukung analisis untuk keberhasilan negosiasi. Peranan data-data inilah yang akan kita bahas selanjutnya.

Sejumlah hal yang dapat membantu proses analisis adalah data mengenai dukungan birokrasi terkait serta penjelasan terperinci mengenai masalah yang ditemui. Data-data ini kemudian akan menjadi tuntunan bagi sejumlah data kunci seperti isu yang dibahas, situasi internasional saat itu, strategi yang akan ditempuh oleh kedua belah pihak, proses perundingan, serta hasil dari negosiasi itu sendiri. Metode analisis yang sering digunakan bisa melibatkan berbagai macam alat informasi seperti model berbasis komputer, penggunaan pena dan kertas, teknik perbandingan serta pendekatan kreatif.

Tahapan awal dalam proses negosiasi merupakan poin yang penting sebagai bahan analisis.Analisis ini diperlukan untuk mengembangkan formula alternatif, mendefinisikan kepentingan para negosiator dengan jelas, menyimpulkan motif dan kepentingan pihak lain, mengidentifikasikan kesempatan untuk tarif-menarik antara perspektif yang saling bertentangan serta mengembangkan harapan untuk hasil akhir dari proses negosiasi. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa ada tiga poin penting yang harus diperhatikan sebagai fokus utama seorang negosiator saat sedang memperjuangkan kepentingannya. Ketiga hal ini antara lain, mendefinisikan masalah berikut tujuan yang harus dicapainya, menentukan prosedur dan kerangka pikir negosiasi serta menyiapkan opening position. Hal kedua yang tak kalah penting adalah menyelenggarakan negosiasi day-to day seperti menghadiri rapat,menganalisis proposal alternatif,dll, dan yang fungsi terakhir adalah menilai hasil dari proses negosiasi, meraih persetujuan jika memungkinkan serta menyimpulkan hasil akhir untuk memutuskan apakah akan melanjutkan negosiasi atau tidak.

Berbagai macam metode dapat dimanfaatkan dalam upaya mengolah data untuk keperluan negosiasi. Metode yang pertama berusaha memfasilitasi pendekatan problem-solving, metode ini kita sebut sebagai process techniques. Proses ini meliputi analisis keputusan, analisis secara statistik, dan permainan yang dapat membantu negosiator dalam menaksir strategi serta hasil yang akan dicapai. Selain metode yang telah dijelaskan di atas, seorang negosiator juga dapat menggunakan substantive model yang berusaha mengidentifikasi dan membuat skala prioritas untuk alternatif solusi yang dapat dipilih.

Dari riset yang dilakukan oleh Spector terhadap beberapa orang diplomat, dapat ditarik kesimpulan bahwa pada umumnya data-data yang digunakan untuk analisis bersifat kualitatif, kecuali negosiasi dalam masalah ekonomi yang lebih didukung oleh data kuantitatif, termasuk prediksi dan model statistik. Data-data ini khususnya digunakan sebagai pengorganisasi informasi yang meliputi teknik perbandingan, pendekatan kreativitas yang dalam pengumpulannya dilakukan oleh sang negosiator sendiri dan biasanya informal. Data-data ini kemudian akan dianalisis oleh delegasi yang terlibat dalam perundingan multilateral, atau dapat juga dinalisis oleh kantor pusat (dalam hal ini Departemen Luar Negeri bila perundingan dilakukan secara bilateral atau Departemen Perdagangan bila perundingan membahas masalah-masalah ekonomi).

Jadi dapat disimpulkan bahwa data-data pendukung analisis merupakan salah satu hal yang paling penting dalam upaya mendapatkan solusi terbaik dalam proses negosiasi karena analisis ini dapat membantu mengetahui posisi negosiator maupun sang lawan dalam proses negosiasi berikut strategi dan langkah yang akan diambil untuk proses selanjutnya.

Dari uraian Spector mengenai pentingnya menguasai data-data untuk analisis, menurut saya pribadi dalam hal ini yang kelihatan paling menonjol adalah peranan badan intelijen dalam pengumpulan dan pengolahan data. Walaupun menurut riset, data yang dikumpulkan oleh negosiator lebih bersifat informal dan dilaksanakan secara pribadi, namun telah sering ditemui kasus perundingan yang akhirnya berujung pada perang karena campur tangan badan intelijen wilayah yang berseteru maupun badan intelijen negara lain. Karena keterbatasan sumber daya, seorang negosiator mungkin akan lebih mempercayakan proses pengumpulan informasi kepada badan intelijen, hal ini dapat menimbulkan keuntungan maupun kerugian. Keuntungan karena data yang diproses akan lebih valid daripada jika mencari data sendiri namun kerugiannya proses perundingan bisa tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan karena kepentingan terselubung oleh badan intelijen.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: