Kopiitudashat's Blog

November 28, 2008

Air mata dan Darah di Negeri Bollywood

Filed under: IR stuff — kopiitudashat @ 1:11 pm

Dunia kembali berduka. Belum sepenuhnya pulih tragedi peledakan gedung World Trade Center dan Pentagon 11 September 2001 lalu (9/11), disusul oleh Bom Bali I dan II, kini dunia kembali terkoyak oleh serangan teroris yang memporakporandakan Mumbai, India. Sejak rabu, 26 November para teroris menyandera Oberoi dan Taj Mahal yang merupakan hotel terkenal di India. Selain itu, para teroris juga menyerang dan meledakkan 10 tempat lainnya termasuk stasiun dan rumah sakit. Sedikitnya 125 korban tewas dan lebih dari 300 orang lainnya luka-luka, belum termasuk lebih dari 200 sandera yang belum berhasil dievakuasi. Sejauh ini kelompok Deccan Mujahidin telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan ini dan menyerukan pada pemerintah untuk membebaskan rekan-rekan Mujahidin mereka yang dipenjara di penjara India serta mengakhiri penderitaan yang selama ini dialami oleh masyarakat muslim India.

Seluruh dunia mengutuk serangan ini. Uni Eropa, PBB, Amerika, Rusia dan negara-negara tetangga India seperti Banglades dan Pakistan turut mengungkapkan keprihatinan mereka disertai komitmen untuk bersama-sama menumpas terorisme sampai ke akar-akarnya. Bahkan Inggris telah mengirimkan polisi anti-terorisme nya untuk menyelidiki dalang di balik semua tragedi ini, kabarnya FBI pun turut turun tangan.

Semua serangan berdarah ini, atau yang selanjutnya akan saya sebut sebagai terorisme tak lain adalah sebuah tindakan untuk menyebarkan teror dengan menyerang orang-orang yang tidak terkait langsung dengan objek guna meraih suatu tujuan atau karena latar belakang tertentu. Dalam ilmu hubungan internasional, akar dari tindakan terorisme bisa bermacam-macam. Penyebab pertama adalah adanya ketidakmapanan secara ekonomi yang membuat orang dapat melakukan apa saja asalkan dibayar, kemiskinan ini juga dapat memicu rasa permusuhan kepada golongan yang lebih makmur sehingga memicu tindak terorisme. Penyebab lain adalah perbedaan ideologi, pandangan, agama dan lain sebagainya.

Berkaitan dengan penyebab yang bermacam-macam itu pembuat kebijakan suatu negara mempunyai 2 pandangan utama yang saling bertolak belakang dalam menumpas kegiatan terorisme. Pandangan pertama menganggap bahwa langkah terbaik untuk melawan terorisme adalah dengan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua pihak untuk mencegah keinginan berbuat teror itu sendiri. Pandangan ini mempunyai kelemahan terkait dengan kenyataan bahwa sebagian besar otak dari terorisme bukanlah orang-orang yang tergolong miskin, juga tidak bisa dibilang bodoh. Dengan kecerdasan manajemennya, mereka berhasil mengorganisir aktivitas yang sangat rumit dan rapi, terutama yang terjadi di Mumbai. Pandangan kedua berpendapat bahwa untuk menumpas teroris, negara juga harus “menghukum” pihak-pihak yang dianggap memberikan dukungan pada para teroris, termasuk menyerang negara-negara yang memberikan bantuan dalam bentuk apapun kepada para teroris itu. Hal ini berdasarkan asumsi bahwa tidak mungkin sekelompok orang bisa melakukan kegiatan yang demikian rapi tanpa keberadaan negara yang menjadi pendukung di belakang mereka.

Berkaitan dengan definisi teroris di atas, langkah-langkah negara dan organisasi internasional yang menjanjikan penumpasan terorisme secara komprehensif patut kita pertanyakan. Penumpasan seperti apa yang mereka maksudkan. Apakah dengan sekedar menghukum para pelaku dan mencegah terulangnya kembali serangan teroris melalui pemerataan keadilan dan kesejahteraan, atau apakah mengadopsi pemikiran kedua untuk menyerang negara yang diduga terkait. Pertanyaan ini perlu kita ajukan terkait dengan pernyataan pemerintah India tentang kecurigaan terlibatnya Pakistan dalam serangan tersebut. Belum jelas apakah yang dimaksudkan dengan Pakistan adalah pemerintahan Pakistan sendiri ataukah militan Pakistan yang akrab dengan bom bunuh diri beberapa bulan terakhir terkait dengan kesepakatan pemerintah Pakistan dengan Amerika untuk bersama menumpas kegiatan terorisme di negara tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketegangan yang memuncak di kalangan dua agama mayoritas India, Islam dan Hindu terkait dengan serangan ini. Pihak muslim menuduh serangan ini adalah rekayasa militan Hindu untuk memojokkan muslim India, demikian sebaliknya, banyak pihak percaya bahwa Deccan Mujahidin sebagai militan muslim India bertanggung jawab sepenuhnya atas serangan ini. Seharusnya dalam situasi seperti ini, kedua agama harus bersatu untuk menumpas tindakan mengerikan tersebut, bukannya saling menyalahkan dan malah memperpanjang ketegangan. Di saat seperti inilah diplomasi Multi track sangat diperlukan. Dalam diplomasi multi track, pemerintah dengan aktor non pemerintah termasuk kaum professional, bisnis, LSM, akademisi, advokasi, penyandang dana, kelompok agama dan media bersama-sama mengambil peran sesuai dengan kapasitas dan fungsi masing-masing untuk mewujudkan perdamaian dunia, dalam hal ini perang melawan terorisme. Dengan diplomasi multi track, kesalahpahaman yang berakar dari kesalingcurigaan akan dapat dihindarkan sehingga perdamaian di India dan dunia akan terwujud. Selain itu, pemerintah India dan PBB harus dapat menyelesaikan masalah ini tanpa mengobarkan peperangan baru dengan negara lain. Jangan sampai ada “Afganistan’ lain yang diintervensi dan diinjak-injak haknya hanya karena mendapat tuduhan yang tidak beralasan.

Dengan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan perdamaian melalui jalur diplomasi mutitrack maka kedamaian dunia akan menjadi kenyataan. Dan apakah harapan kita akan dapat terwujud dalam waktu dekat?

semoga

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: